Yuukk Intip, Gimana sih Tips Merawat Softlens – mu ?

Softlens kini bukan hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan untuk pengganti kacamata, namun juga sudah menjadi bagian dari salah satu trend atau gaya hidup baik wanita maupun pria agar tampak lebih menarik.
Tapi, jangan hanya tahu bagaimana memakainya saja yaa. Kalian juga wajib tahu bagaimana merawat softlens agar mata nggak iritasi dan aman untuk digunakan.  Yukk ikuti tips tips untuk merawat softlens, Simak tips-tips dibawah ini yaa 🙂

Tanda-Tanda Kacamata Kamu Perlu Ganti Baru

Setelah bertahun-tahun memakai kacamata, lama-kelamaan pengeliatan sudah tidak nyaman lagi, banyak genjala dan keluhan yang kamu rasakan ini nih tanda tnda kacamata kamu perlu ganti baru.

Inilah tanda-tanda kapan saatnya memeriksakan diri lagi dan mengganti kacamata kamu:
Kacamata dan softlens adalah alat bantu pengelihatan yang sangat berguna bagi mereka dengan gangguan penglihatan, terutama kacamata harus diganti secara berkala untuk meyesuaikan kondisi mata penderitanya jika pengelihatannya  terganggu, memeriksakan mata hanya satu kali dan memakai kacamata dengan resep dokter saja sebenarnya belum cukup, apalagi kalo kamu mengalami gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat ataupun mata silinder.
Sering pusing atau mual itu bisa menjadi salah satu tanda tanda kacamta mu yang sekarang sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan mata kamu, jika kacamata mu tidak sesuai maka otot mata akan bekerja lebih berat. dengan demikin, maka kamu akan merasakan rasa lelah pada mata bisa pusing atau nyeri kepala,tapi tentu saja pusing tidak selalu berarti kamu membutuhkan resep kacamata baru tapi ini bisa jadi salah satu pemicunya.
Sering memejamkan mata bila pandangan kamu kabur, memejamkan mata sebenarnya  bentuk penyesuaian untuk memaksimalkan mekanisme fokus pada pandangan, dengan mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata. jika kamu sering melakukannya karena pandangan yang kabur, walaupun sudah memakai kacamata, berarti kamu butuh kacamata baru.
Sudah dua tahun atau satu tahun sejak terakhir periksa mata, ada atau tidaknya keluhan sebaiknya kamu rutin memeriksa mata setiap tahun sekali, jika rutin memeriksakan mata minimal setahun sekali, resep kacamata anda akan semakin stabil dan frekuensi yang tadi setahun bisa menjadi dua atau tiga tahun sekali.
Memakai kacamata dengan ukuran yang sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan mata kamu dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi mata kamu, ayo periksa mata kamu sekarang juga di Optik General, pemeriksaan geratis dan banyak pilihan kacama keren.
@optikgeneral

Jangan anggap sepele keluhan keluhan kecil yang kamu rasakan. Bisa jadi kondisi tersebut adalah cara tubuh meminta perhatian lebih dari kamu.

Semoga Bermanfaat.

Masih Muda Sudah Menggunakan Kacamata Plus, Normal Gak Ya ?

Di generasi Millennial ini tak sedikit yang sudah menggunakan kacamata plus di usia muda.
mungkin seiring perkembangan teknologi di era ini, dan tingginya pemakaian smartphone di usia dini
menjadi salah satu faktornya.

Kacamata plus+ menjadi suatu benda yang identik dengan usia tua. Sebab benda yang sering disebut dengan kacamata baca ini tersusun atas lensa positif atau plus, sehingga dapat membantu orang para lanjut usia atau lansia untuk melihat sesuatu yang jaraknya dekat.

Perlu kamu tahu juga, kebutuhan orang lanjut usia untuk memakai kacamata plus+ adalah karena mereka mengalami presbiopi. Ini adalah suatu kondisi penurunan derajat penglihatan yang berkaitan dengan usia dan proses penuaan.

Pada orang dengan presbiopia atau “mata tua”, lensa mata tidak dapat berakomodasi dengan baik. Sehingga, tidak dapat membiaskan sinar yang masuk ke dalam mata hingga fokus pada satu titik tepat di retina.

Presbiopi biasanya mulai terjadi ketika memasuki usia 40 tahun. Seseorang akan mulai mengeluhkan sulit untuk membaca atau melakukan kegiatan dalam jarak pandang yang dekat.

Kacamata plus pada usia muda
Anggapan bahwa kacamata plus+ hanya untuk orang lanjut usia rasanya sudah tidak berlaku lagi di zaman sekarang terutama di kalangan generasi millennial. Ini karena banyak usia muda, bahkan anak-anak yang juga mulai menggunakannya. Apakah kamu salah satunya?

Jika ya, tenanglah. Penggunaan kacamata plus+ di usia muda tergolong sebagai hal yang normal. Dengan catatan, kacamata yang dimaksud adalah kacamata dengan lensa sferis positif yang digunakan untuk koreksi pada gangguan refraksi hipermetropia.

Hipermetropia atau farsightedness dengan nama lain rabun dekat adalah salah satu gangguan refraksi di mana sinar yang masuk melalui mata dibiaskan pada satu titik di belakang retina. Berbagai kalangan dan golongan usia dapat mengalami kondisi ini, termasuk bayi.

Pada hipermetropia, terapi jangka panjang yang dapat digunakan adalah kacamata dengan lensa sferis positif. Kacamata dengan lensa tersebut memungkinkan bayangan bergeser ke depan agar jatuh tepat di retina, sehingga orang dengan gangguan hipermetropia dapat melihat dengan jelas. Dengan kata lain, gangguan yang dialami pasien hipermetropia dapat dikoreksi menggunakan kacamata lensa positif alias kacamata plus.

Faktanya, berdasarkan Global Data on Visual Impairment yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyebab masalah penglihatan terbanyak di dunia adalah gangguan refraksi dengan persentase 42%. Gangguan refraksi di dalamnya, termasuk hipermetropia. Bahkan, merupakan hal yang lumrah jika anak kecil mengalami hipermetropia.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kacamata plus+ pada usia mudah adalah hal yang normal dan sah-sah saja. kamu tak perlu khawatir, apalagi jika kacamata plus+ yang digunakan terdiri dari lensa sferis positif yang bertujuan untuk membenahi gangguan refraksi hipermetropia.

Hal yang harus dikhawatirkan adalah jika orang usia muda menggunakan kacamata plus+ karena dirinya mengalami presbiopia prekoks alias “mata tua” yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Bila kasusnya seperti ini, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

Semoga Bermanfaat.

Kata Siapa Sunglass Hanya untuk Gaya ?, Tips Memilih Sunglass untuk Kesehatan.

Mengenakan kacamata hitam atau sunglass bukan sekedar untuk gaya lho, tapi juga untuk melindungi mata dari padaran sinar ultraviolet.

karena itu memilih, memilih kacamata hitam yang tepat sangat penting, karna tak semua kacamata memiliki perlindungan sinar ultraviolet. sinar ultaviolet berenergi tinggi dari matahari dapat membahayakan penglihatan di kemudian hari. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihn dapat merusak makula, area di belakang mata yang membantu mengirimkan gambar ke otak.

Ini dia tips nya memilih kacamata yang dapat melindungi mata dengan baik.
1. Pilihlah kacamata hitam yang menghalangi cahaya UVA dan UVB.
Kamu tidak perlu membayar mahal, sebab banyak pilihan kacamata dengan perlindungan UV
yang harganya terjangakau. Pilih kacamata dengan perlindungan cahaya UVA/UVB tingkat tinggi.
Tingkat perlindungan UVA dan UVB tersebut biasanya tertulis pada stiker atau dicetak tepat pada
pada tag.

2. Pilih lensa berwarna kuning atau coklat.
Jika mengalami degenerasi makula atau retinopati diabetik,  warna warna ini meningkatkan
kontras, yang dapat membantu melihat lebih baik. Tetapi peringkat UV yang tinggi lebih penting
jadi warna lensa harus juga tertanam perlindungan UV yang tinggi.

3. Kacamata untuk mengemudi, sinar matahari langsung sering kali terlalu terang untuk kenyamanan
pengemudi seiring bertambahnya usia, plus pupil tumbuh lebih besar dan snsitif terhadap cahaya.
Untuk penglihatan terbaik saat mengemudi, nah lensa yang cocok untuk pengemudi yaitu lensa
Polarized lensa ini sangat bagus untuk mengurangi silau, Kamu bisa mendapatkan kacamata
dengan lensa Polarized di Optik General Kota Gede yogyakarta lho, selain harga murah kita
kita bisa konsultasi kesehatan mata kita dengan ahli mata di Optik General.

4. Pilih lensa polikarbonat yang menyediakan perlindungan UV built – in.
Bila kamu ingin mendapatkan perlindungan extra kamu dapat memilih lensa polikarbonat lensa ini
secara otomatis berubah jadi gelap ketika pergi keluar di bawah terik matahari, melindungi dari
sinar UV dan silau matahari. lensa ini tersedia di Optik General kota gede yogyakarta, pegawai
kami juga dapat membantu memilih kacamata yang stepat sesui keinginan anda.

Sunglass merupakan sesuatu yang paenting, sebab perlindungan exstra dari sunglass dianggap bermanfaat dalam jangka panjang.

 

 

 

Semoga Bermanfaat.

Tips Perawatan dan Penggunaan Lensa Kontak

 

1. Gantilah lensa kontak teman-teman secara teratur.    Ingatlah untuk selalu mengganti kontak lensa teman-teman        secara besekala sesuai dengan anjuran      dari dokter atau praktisi profesional mata anda.

Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai dengan jadwal, pemakaian yang sudah tidak di
sarankan ( kadarluasa ) bisa mengakibatkan resiko serius pada mata.

2. Bersihkan dan ganti lens case anda secara berkala.
Cuci lens case anda dengan cairan pembersih softlens (solution), dan simpan lens case dengan cara
membalikannya dalam keadaan terbuka setiap hari. ganti lens case anda minimal sekali dalam 3
bulan.

Lens case yang tidak dibersihkan, bisa mengakibatkan resiko yang serius pada mata.

3. Cuci Tangan anda sebelum menggunakan atau melepaskan lensa kontak.
Cucilah tangan anda dengan sabun dan air yang bersih dan keringkan dengan handuk yang bersih
sebelum menyentuh lensa kontak anda.

Tangan yang kotor dapat membawa mikroba atau bakteri ke lensa kontak yang dapat menimbulkan
iritasi dan resiko yang serius pada mata.

4. Gunakan selalu cairan pembersih lensa kontak (solution) yang baru atau fresh.
Buang isi cairan pembersih lensa kontak (solutioan) setiap kali selesai merendam lensa kontak dan
selalu gunakan cairan yang segar

Penggunaan cairan pembersih (solution) yang berulang dan menambahkan dengan yang baru bisa
mengakibatkan resiko yang serius pada mata.

5. Jauhkan lensa kontak anda dengan air.
Jangan mencuci atau menyimpan lensa kontak dengan air biasa atau air keran atau air lainnya
selain cairan pembersih lensa kontak (solution) dan jangan gunakan lensa kontak pada saat mandi
atau berenang.

Bakteri berbahaya (acanthamoba) biasanya hidup di dalam air yang dapat menyebabkan resiko
yang serius pada mata, bisa mengakibatkan iritasi, infeksi bahkan kebutaan.

6. Jangan menggunakan lensa kontak anda pada saat tidur.
lepaskan lensa kontak anda sebelum tidur, kecuali dokter mata anda atau praktisi profesional mata
anda menyarankannya.

Tidur dengan menggunakan lensa kontak jenis apapun, memiliki tingkat resiko serius 4x lebih
besar pada mata.

Semoga Bermanfaat.

Optik General Gratiskan Pemeriksaan Mata 503 Siswa di Sleman, DIY

optikgeneral.com

Harianjogja.com, SLEMAN – Optik General menggelar bakti sosial melalui pemeriksaan mata serta pembagian kacamata gratis kepada siswa MTs Negeri 3 Sleman, di Desa Wedomartani Ngemplak pada Sabtu (6/10/2018). Siswa diingatkan agar menjaga kesehatan matanya.

Pemilik Optik General Rini Setyawati mengatakan dalam rangka ulang tahun Optik General ke-11, pihaknya mengadakan bakti sosial. “Sebanyak 503 siswa diperiksa kesehatan matanya, nanti kami sediakan 100 kacamata gratis,” ungkap Rini, Sabtu.
Menurutnya, kegiatan itu sebagai bentuk kontribusi sosial kepada siswa agar menjaga kesehatan matanya. Ia mengatakan pihaknya memilih siswa setingkat SMP karena pada usia tersebut kesehatan mata mulai terpengaruh oleh dampak buruk pemakaian gadget.

“Kami memilih tingkat SMP, karena mulai tingkat itu mereka mulai menggunakan laptop juga handphone, kesehatan matanya juga akan dipengaruhi itu. Maka secara dini kami periksa untuk melihat kondisi mata mereka bagaimana,” jelas Rini.

Rini mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan, untuk mata siswa di atas minus satu, berhak mendapat kacamata cuma-cuma. Sementara, apabila masih minus setengah hanya akan diedukasi. Siswa akan diseleksi sesuai kondisi kesehatan matanya. Hanya siswa yang paling membutuhkan kacamata yang akan diberikan kacamata gratis.

Menurut dia beberapa faktor menyebabkan kesehatan mata terganggu, salah satunya jarak baca. Siswa perlu memperhatikan kesehatan mata dengan tidak membaca saat posisi berbaring atau pada kondisi gelap.

Kepala MTs Negeri 3 Sleman Sri Haryati Handayani mengatakan dengan adanya pemeriksaan mata bagi siswa, akan bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak mampu untuk memeriksakan matanya. “Harapan kami ke depan anak-anak sudah bisa membaca menulis dengan saksama. Yang tidak mampu beli kacamata bisa mendapat kacamata dengan gratis,” ungkap Sri Haryati. 
-jr

Partisipasi Optik General Dalam Acara BAKSOS Dengan Tema “Mataku Jendelaku”

Optik General Yogyakarta ikut berpatisipasi dalam Baksos Program Perlindungan Mata Anak yang Diselenggarakan Oleh Lion Clup Yogyakarta Puspita Mataram. 
program ini menyediakan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis dengan tajuk “Mataku Jendelaku”.

Program perlindungan mata anak ditujukan untuk siswa dan guru
Program ini diselenggarakan untuk seluruh tingkatan sekolah SD Negri Karangsari dan SD Negeri Rejowinangun 1. 

Selama proses pemeriksaan, siswa-siswi dipandu oleh anggota Lion Clup Yogyakarta Puspita Mataram memasuki ruangan yang telah ditata khusus untuk memeriksa mata.
Beberapa alat yang diperlukan pun disiapkan dan diatur jaraknya sedemikian rupa dari tempat duduk siswa-siswi yang akan diperiksa. Pemeriksaan mata pun dilakukan oleh siswa-siswi satu per satu secara bergantian oleh anggota Optik General.

Optik General berpatisipasi di pemeriksaan mata para siswa-siswi.

Pengarahan oleh Anggota Optik General mengenai alat yang digunakan dalam pemeriksaan mata.
Salah satu anggota Optik General juga memberikan pengarahan tentang sebuah alat pemeriksaan mata yaitu autorefractor, alat ini berungsi, untuk memperkirakan kekuatan lensa yang diperlukan untuk memfokuskan cahaya ke retina anda.

Siswa-siswi yang mengalami kesulitan dalam membaca huruf pada alat autorefractor tersebut pun diperiksa lebih lanjut agar mendapatkan lensa yang cocok.

Setelah proses pemeriksaan selesai, siswa-siswi diperbolehkan untuk kembali ke kelas.
Siswa-siswi yang mengalami gangguan mata (sesuai lensa yang cocok saat pemeriksaan) akan mendapatkan kacamata gratis.Program ini merupakan salah satu dari tujuan Lion Clup Yogyakarta Puspita Mataram untuk membuat program-program yang dapat membantu dan memajukan bangsa Indonesia.

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Mata

Mata adalah organ yang paling penting di antara indera lainnya. Hal ini karena 80 persen yang kita lihat dan pahami berasal dari mata. Saraf optik dari mata menerima sinyal cahaya dari luar dan mengirimkannya ke bagian otak sebagai impuls yang menghasilkan penglihatan.

Mata memiliki peran penting dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari kita, jadi sudah seharusnya kita memperhatikan kesehatan mata. Hal ini karena tanpa disadari beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata dapat mempengaruhi kesehatan mata Anda. Berikut daftar kebiasaan tersebut seperi dilansir dari laman Boldsky.

  1. Tidak pakai kacamata
    Menurut American Optometric Association, berada di bawah terik matahari tanpa memakai kacamata hitam membuat paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan fotokeratitis. Kondisi ini tidak menyebabkan kerusakan permanen pada mata, tapi memicu mata merah dan mengganggu kepekaan mata terhadap cahaya.
  2. Memakai gadget di malam hari
    Sebaiknya tidak menatap layar gadget dalam waktu yang lama karena menyebabkan mata berair dan tegang. Kondisi ini disebut juga sebagai strain mata digital. Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan membuat mata terpapar cahaya biru dan dapat mengganggu siklus tidur
  3. Kurang makan sayur dan buah
    Sayur dan buah mengandung antioksidan dan vitamin yang penting untuk melindungi mata. Kandungan vitamin C, vitamin E, seng, dan vitamin A mampu menjaga kesehatan mata.
  4. Penggunaan tetes mata
    Sebaiknya pakai obat tetes mata berdasarkan resep dokter. Jika memakai obat tetes mana non-resep, maka potensi iritasi pada mata bisa lebih besar.
  5. Mengucek mata
    Mengucek mata memang membuat mata terasa lebih baik untuk sesaat. Tapi jika menggosok terlalu kencang dapat menyebabkan goresan dan distorsi kornea. Kornea mata sangat sensitif dan dapat tergores dengan mudah jika sesuatu masuk ke mata.
  6. Kurang tidur
    Kurang tidur akan mengganggu sirkulasi cairan mata dan dapat memicu mata bengkak, mata kedutan, dan saraf mata menegang.
  7. Merawat lensa mata
    Jika kamu memakai lensa kontak atau contact lens, maka perhatikan kebersihannya dan selalu lepas sebelum tidur. Jika tidak, mata akan berisiko mengalami kekeringan, iritasi, dan infeksi. Membersihkan lensa kontak juga penting untuk menghilangkan bakteri.
  8. Makeup berlebihan
    Hati-hati jika menggunakan makeup di daerah mata. Cukup pulaskan tipis-tipis supaya tidak menutup pori-pori kulit dan menghalangi produksi kelenjar minyak pada kelopak mata. Perhatikan juga masa pemakaian produk makeup, terutama pada mata agar tidak melewati batas kedaluarsa

4 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mata untuk Generasi Millenial (Usia 20-30an)

Optik General  – Seluruh fungsi tubuh umumnya akan semakin melemah seiring usia bertambah tua, termasuk fungsi indra penglihatan. Umumnya mata akan mulai kurang sanggup melihat begitu kita menginjak usia pertengahan 20 tahun hingga 30-an. Namun, tak perlu khawatir! Anda sebenarnya bisa, kok, tetap menjaga kesehatan mata di usia dewasa ini.

Tips menjaga kesehatan mata di usia 20 dan 30-an

Mata adalah salah satu organ tubuh yang harus Anda jaga fungsinya dengan baik. Oleh karena itu, tidak perlu menunggu sampai memasuki usia lanjut untuk mulai menjaga kesehatan mata. Semakin cepat Anda mulai rutin memelihara fungsi penglihatan, maka akan lebih cepat pula manfaat yang Anda dapatkan.
Berikut beberapa hal yang bisa Anda terapkan mulai dari sekarang untuk penglihatan mata yang terjaga sampai tua nanti.

  1.  Makan makanan yang sehat untuk mata

Cara paling mudah untuk menjaga kesehatan mata Anda adalah dengan makan makanan sehat. Penuhilah piring makan Anda tiap hari dengan sumber makanan tinggi asam lemak omega-3, seng, vitamin A, vitamin C, vitamin E, hingga karotenoid. Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang tidak hanya baik untuk mata, tapi juga mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan dan melindungi tubuh dari serangan penyakit.

Anda bisa memenuhi seluruh asupan gizi ini dari makanan yang sehat untuk mata, seperti wortel, jeruk, sayuran berdaun hijau (bayam, sawi, brokoli, lobak hijau), kacang-kacangan, telur, ikan berlemak (salmon, tuna, sarden), dan lain sebagainya.

  1. Pakai sunglassesketika beraktivitas di luar ruangan

Bukan hanya kulit yang perlu Anda jaga selama berada di ruangan terbuka, mata pun demikian. Namun tentunya dengan cara yang berbeda. Saat cuaca terik atau bahkan sedikit mendung sekalipun, sebaiknya pakai kacamata hitam untuk melindungi mata Anda dari paparan sinar UV matahari.

Dalam jangka panjang, radiasi berlebihan dari sinar matahari dapat berisiko mengakibatkan katarak, penebalan jaringan di lapisan luar mata (pinguecula), serta masalah mata lainnya.

  1. Hindari rokok

Selama ini rokok kerap dikaitkan dengan masalah pada jantung dan paru. Padahal, rokok juga berdampak buruk pada penglihatan Anda. Perokok aktif berisiko lebih tinggi untuk mengalami degenerasi makula, katarak, uveitis, bahkan kebutaan. Maka itu, berhenti merokok secepat mungkin guna menjaga kesehatan mata sejak masih muda.

Jika Anda bukan perokok pun tetap perlu menghindari paparan asap rokok dari orang sekitar. Menjadi perokok pasif (secondhand smoker) bisa sama berbahayanya dengan perokok aktif.

  1. Rutin cek ke dokter mata

Sebenarnya Anda dianjurkan untuk rutin cek mata di usia berapa pun. Namun, kebiasaan ini menjadi penting terutama bagi generasi milenial mulai usia 20 tahun ke atas. Dokter akan melakukan serangkaian tes guna memeriksa seberapa baik kemampuan penglihatan Anda untuk mendeteksi adanya masalah mata sejak dini. Bahkan jika Anda tidak memiliki gejala atau keluhan apa pun saat ini.

Rutin cek mata juga dapat memberi tahu Anda apakah resep kacamata Anda yang sekarang sudah tidak akurat lagi dan perlu diperbarui.

6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Softlens

Halodoc, Jakarta – Di jaman modern sperti sekarang ini, softlens enggak hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan untuk mata yang minus saja, banyak orang, khususnya remaja putri juga menggunakan softlens sebagai aksesoris untuk menunjang penampilan. Namun, beragamnya produk softlens yang dijual saat ini sering bikin orang jadi bingung harus memilih softlens seperti apa yang aman untuk mata. Jangan sampai salah pilih, berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli produk softlens tertentu.

  1. Jenis Softlens
    Ada dua jenis softlens yang dijual di pasaran, yaitu lunak dan keras. Dari sisi cara merawatnya, kedua jenis lensa kontak ini sama-sama perlu dicuci dan dibilas sebelum disimpan. Namun, dari sisi jangka waktu pemakaiannya, softlens keras atau hard lens dapat bertahan lebih lama, bahkan ada yang sampai 10 tahun. Sebenarnya softlens keras lebih sehat digunakan dibanding softlens lunak. Namun, pada awal-awal pemakaian, hard lens akan terasa mengganjal di mata. Itulah mengapa kebanyakan pengguna softlens lebih memilih jenis lensa yang lunak daripada keras.
  2. Jangka Waktu Pemakaian Softlens
    Durasi pemakaian softlens sangat beragam. Ada yang sehari dipakai langsung buang, ada yang 2 minggu hingga 3 bulan. Kamu sebaiknya mematuhi jangka waktu pemakaian yang sudah ditetapkan ini dan menggantinya dengan yang baru bila sudah waktunya. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan softlens sesuai petunjuk, yaitu dengan membersihkannya dengan cairan pembersih softlens sebelum disimpan dan saat ingin dipakai. Hal ini sangat penting karena saat digunakan, softlens dapat menyerap benda dan zat asing seperti kotoran dan debu di mata. Bila tidak dirawat dan dibersihkan, maka softlens yang kotor bisa membuat mata kamu iritasi dan menjadi merah.
  3. Ukuran Diameter Softlens
    Diameter softlens juga bisa mempengaruhi kenyamanan kamu saat mengenakannya. Banyak wanita yang sengaja memilih softlens dengan diameter yang lebih besar agar matanya terlihat besar. Padahal bagi kamu yang memiliki bola mata berdiameter kecil, mengenakan softlens dengan diameter lebih besar akan terasa tidak nyaman. Jadi, sebaiknya pilihlah softlens dengan diameter normal, yaitu 14.0 – 15.00 mm.
  4. Softlens yang Nyaman Dipakai
    Masih banyak orang yang bingung mengenai berapa tingkat kadar air yang sebaiknya dimiliki softlens agar nyaman dipakai. Jawabannya adalah softlens yang memiliki kadar air lebih dari 48 persen lah yang paling baik untuk digunakan karena akan terasa sangat nyaman dipakai dan membuat mata tidak mudah kering. Kadar air pada softlens juga perlu disesuaikan dengan kondisi mata. Jadi, bila kamu memiliki mata yang cenderung mudah kering, pilihlah softlens yang kadar airnya cukup tinggi. Ingat, kadar air dalam softlens sangat penting untuk diperhatikan ya, agar matamu tidak cepat kering, perih atau merah selama mengenakan softlens.
  5. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa
    Hal lainnya yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan sebelum kamu membeli softlens adalah tanggal kadaluarsanya. Bagaimanapun juga, softlens adalah benda asing yang kamu tempelkan pada kornea mata kamu. Jadi, pastikan softlens bersih dan masih baik untuk digunakan agar kamu terhindar dari dampak buruk softlens seperti mata perih, gatal, iritasi, atau bahkan konjungtivitis.
  6. Sesuaikan dengan Kondisi Mata
    Terakhir, pilihlah softlens yang sesuai dengan kondisi matamu. Softlens berbahan silicone hydrogel adalah pilihan lensa kontak yang paling direkomendasikan, karena softlens jenis ini memungkinkan oksigen untuk melewati kornea mata, sehingga lebih enak dipakai. Bagi kamu yang sering bekerja di ruangan terbuka, ada beberapa jenis softlens yang dapat memberi perlindungan terhadap sinar matahari.

Memilih softlens harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Sebaiknya kamu juga membicarakan terlebih dahulu dengan dokter mata bila ingin mengenakan softlens.